Desain landscaping tidak hanya berbicara tentang taman, tanaman, dan ruang hijau. Pada kawasan wisata modern, lanskap menjadi bagian penting dari keseluruhan pengalaman pengunjung. Salah satu contoh menarik dapat ditemukan di Dubai Aquarium & Underwater Zoo, destinasi wisata yang menggabungkan dunia bawah laut, edukasi, hiburan, dan arsitektur dalam satu pengalaman ruang yang spektakuler.
Berada di dalam Dubai Mall, Dubai Aquarium & Underwater Zoo menghadirkan lingkungan yang berbeda dari taman wisata konvensional. Alih-alih mengandalkan bentang alam terbuka, konsep ruangnya menunjukkan bagaimana prinsip desain landscaping dapat diterjemahkan ke dalam ruang interior dan lingkungan bertema air.
Apa Itu Dubai Aquarium & Underwater Zoo?
Dubai Aquarium & Underwater Zoo merupakan salah satu atraksi wisata populer di Dubai yang menghadirkan kehidupan bawah laut dalam skala besar. Pengunjung dapat melihat berbagai jenis biota air sekaligus menikmati pengalaman berjalan melalui area observasi bawah air.
Konsep tersebut membuat kawasan ini menarik untuk dipelajari dari sudut pandang desain landscaping, terutama mengenai bagaimana elemen air, vegetasi, material, pencahayaan, jalur sirkulasi, dan elemen dekoratif dapat menciptakan sebuah lingkungan tematik.
Lanskap pada destinasi seperti ini bukan sekadar dekorasi. Setiap elemen memiliki fungsi untuk membangun suasana, mengarahkan pergerakan pengunjung, memperkuat tema, dan menciptakan pengalaman yang memorable.
Konsep Desain Landscaping yang Mengutamakan Pengalaman
Salah satu prinsip utama dalam desain landscaping kawasan wisata adalah menciptakan pengalaman ruang yang berkesinambungan.
Pada Dubai Aquarium & Underwater Zoo, pengalaman pengunjung dibangun melalui beberapa lapisan ruang. Pengunjung tidak langsung mendapatkan seluruh pengalaman sekaligus, tetapi diarahkan melalui area dengan karakter visual dan atmosfer yang berbeda.
Pendekatan tersebut dapat diterapkan pada berbagai destinasi wisata lainnya.
Misalnya:
- area entrance sebagai ruang transisi;
- area display sebagai focal point;
- jalur pedestrian sebagai pengarah;
- ruang edukasi sebagai area interaktif;
- area istirahat sebagai ruang relaksasi;
- dan area foto sebagai social landmark.
Dengan demikian, desain landscaping berfungsi sebagai bagian dari storytelling sebuah kawasan.
Integrasi Elemen Air dalam Desain Landscaping
Air merupakan elemen utama dalam konsep Dubai Aquarium & Underwater Zoo.
Dalam desain lanskap, air dapat digunakan untuk menciptakan berbagai karakter ruang. Kolam, water feature, reflective pool, air mancur, hingga elemen air interaktif dapat menjadi focal point sekaligus memberikan efek psikologis yang menenangkan.
Pada kawasan bertema laut, elemen air juga dapat memperkuat identitas visual.
Beberapa prinsip yang dapat diterapkan antara lain:
1. Air sebagai focal point
Elemen air dapat ditempatkan pada area yang memiliki tingkat visibilitas tinggi sehingga menjadi pusat perhatian.
2. Air sebagai pembatas ruang
Kolam atau water feature dapat digunakan untuk membedakan zona publik, semi publik, dan area khusus.
3. Air sebagai elemen pengalaman
Air tidak hanya dilihat, tetapi dapat menjadi bagian dari pengalaman melalui suara, pantulan cahaya, maupun interaksi langsung.
4. Air sebagai bagian dari storytelling
Pada destinasi wisata bertema alam, desain air dapat digunakan untuk memperkuat narasi tentang ekosistem tertentu.
Jalur Sirkulasi yang Menjadi Bagian dari Pengalaman
Dalam desain landscaping kawasan wisata, jalur pedestrian memiliki peranan yang sangat penting.
Jalur tidak hanya digunakan untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lain, tetapi juga dapat menjadi alat untuk mengatur urutan pengalaman pengunjung.
Konsep seperti ini sangat relevan untuk destinasi wisata dengan jumlah pengunjung tinggi.
Jalur sebaiknya memiliki:
- arah yang mudah dipahami;
- lebar yang sesuai dengan kapasitas pengunjung;
- titik berhenti;
- area pandang;
- akses yang inklusif;
- signage yang jelas;
- serta hubungan visual dengan atraksi utama.
Dengan perencanaan tersebut, pengunjung dapat menikmati kawasan tanpa merasa kehilangan arah.
Focal Point dalam Lanskap Kawasan Wisata
Sebuah kawasan wisata membutuhkan elemen yang mudah dikenali dan menjadi pusat perhatian.
Dalam desain landscaping, focal point dapat berupa pohon berukuran besar, sculpture, kolam, instalasi seni, bangunan ikonik, atau elemen arsitektur.
Pada destinasi seperti Dubai Aquarium & Underwater Zoo, keberadaan akuarium raksasa secara alami menjadi focal point utama.
Prinsip ini dapat diterapkan pada berbagai proyek landscape lainnya.
Contohnya:
- taman wisata;
- kebun binatang;
- theme park;
- eco resort;
- museum;
- botanical garden;
- dan kawasan rekreasi keluarga.
Focal point yang kuat membantu menciptakan identitas sekaligus meningkatkan daya ingat pengunjung terhadap sebuah tempat.
Pencahayaan sebagai Bagian dari Desain Landscaping
Pencahayaan sering kali dianggap sebagai elemen tambahan dalam landscape. Padahal, pada destinasi wisata modern, lighting design dapat menjadi bagian integral dari pengalaman ruang.
Pada lingkungan bertema bawah laut, pencahayaan dapat digunakan untuk menciptakan atmosfer biru, misterius, dramatis, dan immersive.
Prinsip serupa dapat diterapkan pada landscape outdoor.
Misalnya:
- uplighting pada pohon;
- pathway lighting;
- underwater lighting;
- accent lighting pada sculpture;
- lighting pada water feature;
- dan indirect lighting pada area duduk.
Kombinasi pencahayaan dan material dapat membuat sebuah ruang memiliki karakter yang berbeda pada siang dan malam hari.
Pemilihan Material yang Mendukung Tema
Material merupakan salah satu komponen penting dalam desain landscaping.
Untuk kawasan wisata bertema air, material dapat dipilih berdasarkan karakter visual, keamanan, ketahanan, dan kemudahan perawatan.
Material seperti batu alam, beton, kayu, kaca, stainless steel, dan material bertekstur dapat digunakan untuk membentuk suasana yang sesuai dengan konsep.
Namun, estetika bukan satu-satunya pertimbangan.
Material landscape juga perlu memperhatikan:
- ketahanan terhadap air;
- keamanan permukaan;
- risiko licin;
- ketahanan terhadap cuaca;
- kemudahan maintenance;
- umur pakai;
- serta kenyamanan pengunjung.
Vegetasi dalam Desain Landscaping Bertema Akuatik
Meskipun Dubai Aquarium & Underwater Zoo berada di dalam bangunan, prinsip penggunaan vegetasi tetap dapat diterapkan pada pengembangan kawasan wisata bertema air.
Vegetasi dapat digunakan untuk menciptakan transisi antara ruang buatan dan ruang alami.
Untuk proyek landscape bertema aquatic atau tropical, pemilihan tanaman dapat diarahkan pada jenis yang memiliki karakter visual kuat dan sesuai dengan kondisi lingkungan.
Beberapa kelompok tanaman yang dapat dipertimbangkan antara lain:
- tanaman berdaun lebar;
- ornamental grasses;
- palem;
- tanaman tropis;
- tanaman air;
- groundcover;
- dan tanaman dengan bentuk arsitektural.
Pemilihan tanaman harus mempertimbangkan kondisi iklim, kebutuhan air, intensitas cahaya, keamanan, serta kebutuhan perawatan.
Desain Landscaping yang Ramah Keluarga
Dubai Aquarium & Underwater Zoo merupakan contoh bagaimana destinasi wisata dapat dirancang untuk berbagai kelompok usia.
Dalam lanskap kawasan wisata keluarga, aspek kenyamanan dan keamanan harus menjadi prioritas.
Area landscape idealnya memiliki:
Area Duduk
Bangku dan area istirahat perlu ditempatkan pada titik strategis sehingga pengunjung dapat beristirahat tanpa mengganggu sirkulasi.
Area Foto
Ruang dengan visual menarik dapat menjadi social landmark sekaligus meningkatkan potensi konten media sosial.
Akses Universal
Jalur yang mudah digunakan oleh stroller, pengguna kursi roda, anak-anak, dan lansia menjadi bagian penting dari desain.
Wayfinding
Signage dan orientasi visual harus membantu pengunjung memahami posisi dan tujuan mereka.
Storytelling dalam Desain Landscaping
Salah satu hal yang dapat dipelajari dari destinasi wisata bertema seperti Dubai Aquarium & Underwater Zoo adalah pentingnya storytelling.
Landscape yang baik bukan hanya terlihat indah, tetapi juga memiliki cerita.
Misalnya sebuah kawasan wisata dapat mengambil tema:
“Perjalanan dari daratan menuju dunia bawah laut.”
Cerita tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam desain melalui urutan ruang:
Entrance → Coastal Garden → Water Feature → Aquatic Zone → Underwater Experience → Educational Garden → Rest Area.
Dengan konsep seperti ini, perjalanan pengunjung menjadi lebih terstruktur dan memiliki pengalaman emosional.
Inspirasi untuk Desain Landscape Destinasi Wisata di Indonesia
Konsep Dubai Aquarium & Underwater Zoo dapat menjadi inspirasi untuk mengembangkan destinasi wisata di Indonesia, tetapi tidak harus ditiru secara langsung.
Indonesia memiliki kekayaan ekosistem yang dapat menjadi dasar pengembangan landscape yang jauh lebih kontekstual.
Misalnya:
- ekosistem mangrove;
- hutan hujan tropis;
- terumbu karang;
- sungai;
- danau;
- pantai;
- atau kawasan pesisir.
Pendekatan desain landscaping berbasis ekosistem lokal dapat menghasilkan destinasi yang tidak hanya menarik secara visual tetapi juga memiliki nilai edukasi.
Bayangkan sebuah wisata edukasi yang membawa pengunjung mengikuti perjalanan dari hutan → sungai → mangrove → pesisir → terumbu karang.
Setiap zona dapat memiliki karakter tanaman, material, suara, pencahayaan, dan elemen air yang berbeda.
Prinsip Sustainability dalam Desain Landscaping
Destinasi wisata modern juga perlu memperhatikan aspek keberlanjutan.
Beberapa strategi yang dapat diterapkan antara lain:
- penggunaan tanaman adaptif terhadap iklim lokal;
- sistem irigasi hemat air;
- pemanfaatan air hujan;
- penggunaan material lokal;
- permeable pavement;
- pengurangan area hardscape berlebihan;
- penggunaan lampu hemat energi;
- dan pemilihan material yang memiliki umur pakai panjang.
Pendekatan tersebut dapat membantu mengurangi biaya operasional sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan.
Dubai Aquarium & Underwater Zoo memberikan inspirasi menarik mengenai bagaimana desain landscaping dapat menjadi bagian dari pengalaman wisata yang immersive.
Meskipun sebagian besar pengalaman berlangsung di dalam bangunan, prinsip landscape tetap dapat ditemukan melalui pengaturan sirkulasi, focal point, elemen air, material, pencahayaan, ruang istirahat, dan storytelling.
Pelajaran terpentingnya adalah bahwa desain landscaping kawasan wisata bukan sekadar membuat area menjadi hijau dan indah. Landscape harus mampu mengarahkan, memberikan pengalaman, menciptakan identitas, meningkatkan kenyamanan, sekaligus memperkuat cerita dari sebuah destinasi.
Dengan menggabungkan desain arsitektur, landscape, interior, lighting, dan teknologi secara terpadu, sebuah kawasan wisata dapat berubah menjadi pengalaman yang lebih memorable bagi pengunjung.
Desain yang baik bukan hanya membuat pengunjung datang, tetapi membuat mereka ingin menikmati, mengingat, dan kembali lagi.
Lokasi Layanan Kami
Bandung dan Jawa barat : Bandung Cimahi Sumedang Tasikmalaya Garut Subang Cianjur Sukabumi Ciamis Bogor Cirebon Karawang Cikampek
Jakarta dan Sekitarnya : Jakarta Tangerang Banten Bogor Depok Bekasi
Indonesia : Jawa Bali Timor Sumatra Kalimantan Sulawesi Maluku Papua Lombok Flores
Dengan pengalaman dalam menangani berbagai proyek di Jakarta dan Bandung, kami memahami karakter urban dan lingkungan alam di masing-masing kota, dan mampu meresponsnya dengan pendekatan desain yang kontekstual dan berkelas.
www.spacialandscape.com
wwww.rytamautama.com




